
Beritatoba.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Toba menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Toba ke-27, Senin (9/3/2026).
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat perjalanan panjang terbentuknya Kabupaten Toba hingga berkembang seperti saat ini.
Gagasan pemekaran Kabupaten Toba Samosir dari Kabupaten Tapanuli Utara pertama kali diusulkan secara resmi pada tahun 1992 oleh Bupati Tapanuli Utara saat itu, Lundu Panjaitan. Panitia pemekaran dipimpin Drs Sahala Tampubolon bersama sejumlah tokoh daerah.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998 tentang pembentukan Kabupaten Toba Samosir dan Mandailing Natal.
Kabupaten Toba Samosir kemudian diresmikan pada 9 Maret 1999 oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden, dengan Drs. Sahala Tampubolon ditunjuk sebagai Penjabat Bupati.
Perjalanan daerah ini terus berlanjut. Pada 7 Januari 2004, Kabupaten Samosir resmi dimekarkan dari Kabupaten Toba Samosir melalui Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2003. Selanjutnya pada 24 Februari 2020, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2020, nama Kabupaten Toba Samosir resmi berubah menjadi Kabupaten Toba.
Dalam kurun waktu tersebut, Kabupaten Toba telah dipimpin sejumlah kepala daerah, mulai dari Sahala Tampubolon hingga kepemimpinan saat ini oleh Bupati Efendy Sintong Panangian Napitupulu bersama Wakil Bupati Audi Murphy O. Sitorus untuk periode 2025–2030.
Sejarah perjalanan Kabupaten Toba ini sebelumnya pernah dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Drs. Augus Sitorus, dalam Rapat Paripurna DPRD Toba pada peringatan HUT ke-26 tahun 2025.
Usai membacakan catatan sejarah tersebut, Augus Sitorus juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat peristiwa penting yang belum tercatat dalam rangkaian sejarah perjalanan Kabupaten Toba.(GS)
