Beritatoba.com – Jakarta – PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) buka suara soal kelanjutan bisnis dan rencana strategis perseroan usai adanya peralihan saham utama kepada Allied Hill Limited (AHL) yang bermarkas di 13/F, 136 Des Voeux Road Central, Central, Hong Kong. Diketahui, AHL merupakan perusahaan holding investasi yang dipimpin oleh Joseph Oetomo.
Direktur INRU Anwar Lawden mengatakan perseroannya belum mengetahui rencana ke depan. “Hingga saat ini, perseroan tidak mengetahui sinergi bisnis dan rencana strategis dari AHL atas perseroan,” kata dia dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Ahad, 15 Juni 2025.
Sebelumnya, Anwar menyebutkan bahwa kepemilikan saham yang sebelumnya dipegang oleh Pinnacle Company Pte.Ltd sebagai pemegang 92,42 persen saham akan diambil alih oleh Allied Hill Limited. Sisa saham 7,58 tetap dipegang masyarakat lainnya.
INRU akan diambil alih oleh Allied Hill Limited, perusahaan holding investasi yang berbasis di Hong Kong. Tujuan pengendalian investasi dan pengembangan bisnis,” kata Anwar Lawden dalam keterangan tertulis yang disampaikan Corporate Communication Head TPL, Salomo Sihotang kepada beritatoba.com, Rabu, 11 Juni 2025.
PT Toba Pulp Lestari Tbk sebelumnya bernama PT Inti Indorayon Utama Tbk adalah perusahaan penghasil serat rayon dan bubur kertas milik taipan Sukanto Tanoto.
Perusahaan itu berdiri pada tahun 1983. Pada awal mula berdirinya perusahaan ini bernama Inti Indorayon Utama dan memiliki kode saham INRU.
INRU memiliki aset sebesar US$ 455,37 juta per Maret 2025, turun dari posisi Desember 2024 sebesar US$ 464,23 juta. Adapun kas dan setara kas tercatat sebesar US$ 291.000, turun dari posisi US$ 416.000.(R1)